Sabtu, 16 April 2011

Struktur Komunitas, Suksesi dan Biogeografi Pulau

Struktur Komunitas, Suksesi dan Biogeografi Pulau
A. Pengertian Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah
tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki
derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
B. Nama Komunitas
Nama komunitas harus dapat memberikan keterangan mengenai sifat-sifat komunitas tersebut.
Cara yang paling sederhana, memberi nama itu dengan menggunakan kata-kata yang dapat
menunjukkan bagaimana wujud komunitas seperti padang rumput, padang pasir, hutan jati.
Cara yang paling baik untuk menamakan komunitas itu adalah dengan mengambil beberapa
sifat yang jelas dan mantap, baik hidup maupun tidak. Ringkasannya pemberian nama
komunitas dapat berdasarkan :
1. Bentuk atau struktur utama seperti jenis dominan, bentuk hidup atau indikator lainnya
seperti hutan pinus, hutan agathis, hutan jati, atau hutan Dipterocarphaceae, dapat juga
berdasarkan sifat tumbuhan dominan seperti hutan sklerofil
2. Berdasarkan habitat fisik dari komunitas, seperti komunitas hamparan lumpur,
komunitas pantai pasir, komunitas lautan,dll
3. Berdasarkan sifat-sifat atau tanda-tanda fungsional misalnya tipe metabolisme
komunitas. Berdasarkan sifat lingkungan alam seperti iklim, misalnya terdapat di daerah
tropik dengan curah hujan yang terbagi rata sepanjang tahun, maka disebut hutan hujan
tropik.
C. Macam-macam Komunitas
Di alam terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar dapat dibagi dalam dua
bagian yaitu:
1. Komunitas akuatik
Komunitas ini misalnya yang terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau di kolam
2. Komunitas terestrial
Yaitu kelompok organisme yang terdapat di pekarangan, di hutan, di padang rumput, di
padang pasir, dll.
D. Struktur Komunitas
Karakter komunitas:
1. Kualitatif, seperti komposisi, bentuk hidup, fenologi dan vitalitas.
Vitalitas menggambarkan kapaxsitas pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme.
2. Kuantitatif, seperti Frekuensi, densitas dan densitas relatif.
Frekuensi kehadiran merupakan nilai yang menyatakan jumlah kehadiran suatu spesies di
dalam suatu habitat.
Densitas (kepadatan) dinyatakan sebagai jumlah atau biomassa per unit contoh, atau
persatuan luas/volume, atau persatuan penangkapan
3. Sintesis adalah proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah
yang berlangsung lambat secara teratur pasti terarah dan dapat diramalkan. Suksesi-suksesi
terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitasnya dan
memerlukan waktu. Proses ini berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem yang
disebut klimas. Dalam tingkat ini komunitas sudah mengalami homoestosis. Menurut
konsep mutahir suksesi merupakan pergantian jenis-jenis pioner oleh jenis-jenis yang lebih
mantap yang sangat sesuai dengan lingkungannya.
Struktur komunitas dibedakan menjadi:
1) Struktur fisik
Struktur fisik suatu komunitas tampak apabila komunitas tersebut diamati
2) Struktur biologi
Struktur biologi komunitas meliputi komposisi spesies, kelimpahan individu dalam
spesies, perubahan temporal dalam komunitas, hubungan antara spesies dalam suatu
komunitas. Struktur biologi dalam komunitas sebagian tergantung pada struktur fisik
komunitas.
Pengertian Suksesi
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada
suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang
berbeda dengan komunitas semula. Dengan kata lain, suksesi dapat diartikan sebagai
perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi sebagai
akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Ketika habitat berubah,
spesies yang baru akan datang menyerbu untuk menjadi mantap di tempat itu, dan spesies
yang lama akan menghilang.
Akhir proses suksesi komunitas yaitu terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks.
Komunitas klimaks adalah suatu komunitas terakhir dan stabil (tidak berubah) yang mencapai
keseimbangan dengan lingkungannya. Komunitas klimaks ditandai dengan tercapainya
homeostasis atau keseimbangan, yaitu suatu komunitas yang mampu mempertahankan
kestabilan komponennya dan dapat bertahan dan berbagai perubahan dalam sistem secara
keseluruhan.
Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan dua macam suksesi, yaitu
suksesi primer dan suksesi sekunder.
a. Suksesi Primer
Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan yang mengakibatkan
komunitas awal hilang secara total sehingga terbentuk habitat baru. Gangguan tersebut dapat
terjadi secara alami maupun oleh campur tangan manusia. Gangguan secara alami dapat
berupa tanah longsor, letusan gunung berapi, dan endapan lumpur di muara sungai.
Gangguan oleh campur tangan manusia dapat berupa kegiatan penambangan (batu bara,
timah, dan minyak bumi).
Tahapannya sebagai berikut:
1. Akibat letusan gunung berapi yang memusnahkan semua kehidupan di permukaan
tanah.
2. Kolonisasi Awal : Spora lumut, biji tumbuhan atau bakteri autrotrof sebagai organisme
fotosintesis pertama yang muncul akibat terbawa oleh angin dan tertanam di daerah
tersebut.
3. Pertumbuhan pioner : Benih-benih yang tumbuh di lahan kosong tumbuh dan
berkembang biak. Jenis organisme yang datang pertama dan menjadi penghuni pemula
di lahan kosong sebagai pioner. Tumbuhan pioner akan membentuk koloni-koloni.
4. Invasi : Selama proses kolonisasai di tempat yang baru anak-anak dari organisme
pioner yang adaptasinya paling baik terhadap lingkungan mampu bertahan dan terus
menyebar atau mengadakan invasi secara luas.
5. Stabilisasi : Habitat dan ekosistem yang baru terbentuk terus mengalami perubahan,
baik dalam hal kondisi lingkungan fisik maupun komponen biotik yang menghuninya.
Perubahan akan terus terjadi sampai ekosistem mencapai keaadan yang stabil.
6. Klimaks : Hubungan antara jenis-jenis organisme yang dominan pada komunitas
klimaks dengan habitat atau lingkungannya sudah sangat harmonis, dan komunitas
klimaks ini bersifat stabil atau tudak berubah selama kondisi iklim dan keaadaan
fisiografisnya tetap sama.
Gambar: Formasi tanah adalah langkah terpenting dalam suksesi primer.
Ketika tanah belum terbentuk, maka daerah ini tidak mampu untuk menyokong vegetasi yang
banyak, modifikasi dari lingkungan yang keras. Proses ini bermula ketika tanah terbentuk,
hingga terbentuknya komunitas puncak.
Sumber : Biologi Life on Earth With Physiology, 2008
Salah satu contoh peristiwa suksesi primer yang terjadi adalah pada Gunung Kilauaea, Hawaii
yang meletus pada tahun 1983, dimana terjadi muntahan larva dan mematikan seluruh
ekosistem yang ada di sekitarnya. Setelah beberapa tahun muncul tumbuhan pioner. Seperti
yang tampak pada gambar berikut:
Gambar : Peteridhophyta sebagai pioner di Gunung Kilauaea, Hawaii yang sebelumnya
meletus dan menghancurkan vegetasi yang ada.
Sumber : Biologi Life on Earth With Physiology, 2008
b. Suksesi sekunder
Suksesi sekunder terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas tidak bersifat
merusak total tempat komunitas tersebut sehingga masih terdapat kehidupan / substrat
seperti sebelumnya. Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal, tetapi tidak dari
komunitas pionir. Suksesi sekunder dapat disebabkan oleh kebakaran, banjir, gempa bumi
atau aktivitas manusia.
Gambar : Suksesi sekunder, yang dimulai suatu lahan kosong menunjukkan perubahan
kumpulan tanaman. Tanaman tahunan digantikan rumput dan herba pariental lainnya,
kemudian diganti semak, yang diganti oleh pohon.
Sumber : Biologi Life on Earth With Physiology, 2008
Pada musim kemarau tahun 1997, terjadi kebakaran di hutan Kalimantan, ratusan hektar,
semak dan perdu terbakar. Banyak hewan mati karena asap dan api. Beberapa hewan lain
pindah ke luar hutan. Abu tumbuhan dan hewan yang terbakar menyediakan nutrisi bagi
kecambah atau tunas tumbuhan. Tumbuhan baru akan tumbuh di daerah tersebut dan populasi
hewan akan kembali lagi. Hewan tersebut akan memberi senyawa organik untuk tanah
sehingga banyak tumbuhan lain akan hidup di daerah tersebut.
Gambar :Suksesi sekunder yang terjadi setelah kebakaran hutan
Yellowstone, Wyoming tahun 1980
Sumber : Biologi Life on Earth With Physiology, 2008
Gangguan yang menyebabkan terjadinya suksesi sekunder dapat berasal dari peristiwa alami
atau akibat kegiatan manusia. Gangguan alami misalnya angina topan, erosi, banjir,
kebakaran, pohon besar yang tumbang, aktivitas vulkanik, dan kekeringan hutan. Gangguan
yang disebabkan oleh kegiatan manusia contohnya adalah pembukaan areal hutan.
Proses suksesi sangat terkait dengan faktor linkungan, seperti letak lintang, iklim, dan tanah.
Lingkungan sangat menentukan pembentukkan struktur komunitas klimaks. Misalnya, jika
proses suksesi berlangsung di daerah beriklim kering, maka proses tersebut akan terhenti
(klimaks) pada tahap komunitas rumput; jika berlangsung di daerah beriklim dingin dan basah,
maka proses suksesi akan terhenti pada komunitas (hutan) conifer, serta jika berlangsung di
daerah beriklim hangat dan basah, maka kegiatan yang sama akan terhenti pada hutan hujan
tropic.
Lalu proses suksesi sangat beragam, tergantung kondisi lingkungan. Proses suksesi pada
daerah hangat, lembab, dan subur dapat berlangsung selama seratus tahun. Coba kalian
bandingkan kejadian suksesi pada daerah yang ekstrim (misalnya di puncak gunung atau
daerah yang sangat kering). Pada daerah tersebut proses suksesi dapat mencapai ribuan tahun.
Kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :
1. Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan.
2. Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu.
3. Kehadiran pemencar benih.
4. Iklim, terutama arah dan kecepatan angina yang membantu penyebaran biji, sporam
dan benih serta curah hujan.
5. Jenis substrat baru yang terbentuk
6. Sifat – sifat jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi.
Suksesi tidak hanya terjadi di daratan, tetapi terjadi pula di perairan misalnya di danau dan
rawa. Danau dan rawa yang telah tua akan mengalami pendangkalan oleh tanah yang terbawa
oleh air. Danau yang telah tua ini disebut eutrofik.
Telah dijelaskan bahwa akhir suksesi adalah terbentuknya suatu komunitas klimaks.
Berdasarkan tempat terbentuknya, terdapat tiga jenis komunitas klimaks sebagai berikut :
1. Hidroser yaitu sukses yang terbentuk di ekosistem air tawar.
2. Haloser yaitu suksesi yang terbentuk di ekosistem air payau
3. xeroser yaitu sukses yang terbentuk di daerah gurun.
Pembentukkan komunitas klimaks sangat dipengaruhi oleh musim dan biasanya komposisinya
bercirikan spesies yang dominant. Berdasarkan pengaruh musim terhadap bentuknya
komunitas klimaks, terdapat dua teori sebagai berikut :
1. Hipotesis monoklimaks menyatakan bahwa pada daerah musim tertentu hanya terdapat
satu komunitas klimaks
2. Hipoteis poliklimaks mengemukakan bahwa komunitas klimaks dipengaruhi oleh
berbagai faktor abiotik yang salah satunya mungkin dominan.
E. Interaksi
Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara
komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Interaksi antarkomponen
ekologi dapat merupakan interaksi antarorganisme, antarpopulasi, dan antarkomunitas.
1. Interaksi antar organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan
selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu
populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di
sekitar kita.
Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat.
Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.
a) Netral adalah hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama
yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral.
Contohnya : antara capung dan sapi.
b) Predasi adalah hubungan antara: mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat
erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi
sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang,
rusa,dan burung hantu dengan tikus.
c) Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu
organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya
sehingga bersifat merugikan inangnya. Contoh : Plasmodium dengan manusia,
Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang.
d) Komensalisme adalah merupakan hubunganantara├ś dua organisme yang berbeda spesies
dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies
diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang
ditumpanginya.
e) Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme├ś yang berbeda spesies yang saling
menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil
akar kacang-kacangan.
2. Interaksi Antarpopulasi
Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung
atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai
berikut.
a) Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat
yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon walnut
(juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang
bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa.Contoh,
jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri tertentu.
b) Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan
yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan.
Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput.
3. Interaksi Antar Komunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling
berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah
disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan
gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan
dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran
nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas
tersebut.
Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi
juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada
daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.
4. Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik
Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara
organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu.
Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik,
keanekaragaman biotik, serta siklus materi.
Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan
keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan
ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan
mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.
BIOGEOGRAFI PULAU
Pengertian
Biogeografi adalah studi tentang penyebaran hewan dan tumbuhan di permukaan bumi.
Menurut studi biogeografi, suatu pulau juga dapat dikatakan suatu daerah yang dibatasi oleh
daerah lain yang tidak berhubungan, misalnya danau dan gunung dapat dikatakan sebagai
pulau.
pulau adalah daratan yang dikelilingi oleh air.
Karakteristik pulau:
1. pulau yang lebih kecil dihuni oleh makhluk hidup yang lebih sedikit jika dibandingkan
dengan pulau yang besar.
2. pulau yang dekat dengan pulau yang besar mempunyai karakteristik yang hampir
sama.
Macam-macam pulau:
1. Pulau kontinenal, yaitu pula yang terpisah dari benua dengan ciri-ciri kehidupan serupa
dengan benua.
2. Pulau oseanik, yaitu pulau yang terbentuk dari proses geologi, biasanya berukuran
kecil, seringkali letaknya jauh dari daratan utama.
3. Atol, yaitu pulau yang terbentuk dari binatang Karang yang telah mati
4. pulau purba, yaitu pulau yang terpisah dari daratan utama lebih dari 100 juta tahun
yang lalu serta tingkat endemisme tinggi. Contoh: pulau Madagaskar, Kep. Selandia
Baru, pulau Mentawai.
Teori Biogeografi Pulau
Mengatakan bahwa pulau2 kecil dan jauh mendukung lebih sedikit spesies (jenis) daripada
pulau2 besar yang dekat dengan daratan utama.
Penghunian pulau akan merupakan kesetimbangan dari dua hal :
1. kolonisasi pulau oleh spesies imigran. Tingkat kolonisasi akan tinggi bila pulau terletak
dekat daratan utama.
2. punahnya spesies di pulau itu. Tingkat kepunahan akan lebih besar di pulau yang jauh dan
kecil karena populasinya terbatas sehingga sekali kena penyakit yang pandemik peluang
kepunahannya besar. Maka, pulau besar dan dekat akan semakin kaya jenis, pulau kecil
dan jauh akan semakin miskin jenis
Dua prediksi utama Biogeografi Pulau adalah:
1. Pulau-pulau dekat dengan daerah sumber harus memiliki jumlah spesies lebih tinggi dari
pulau-pulau yang lebih jauh dari daerah sumber untuk daerah pulau-pulau yang setara.
2. Pulau-pulau besar seharusnya memiliki lebih banyak spesies dari pulau-pulau pulaupulau
kecil yang terletak di jarak yang sama dari daerah sumber.
Sumber
• http://www.mail-archive.com/iagi- net@iagi.or.id/msg21812.html
• http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor- Pendamping/Praweda/Biologi/0027%20Bio
%201-6b.htm
• http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar